YOU MIGHT ALSO LIKE

MAKALAH ILMU YANG WAJIB DIPELAJARI DAN TIDAK BOLEH DIPELAJARI


Kata Pengantar

Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah Swt yang telah memberikan rahmat serta hidayah-Nya kepada kami. Sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini, yang berjudul “Ilmu Yang Wajib Dipelajari Dan Tidak Boleh Dipelajari Oleh Seoarang Muslim”.
Makalah ini kami buat dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam. Dalam membuat makalah ini, dengan keterbatasan ilmu pengetahuan yang kami miliki. Kami berusaha mencari sumber data dari berbagai sumber informasi. Kegiatan penyusunan makalah ini memberikan kami tambahan ilmu pengetahuan yang dapat bermanfaat bagi kehidupan kami. Dan bagi para pembaca makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari kesempurnaan, Oleh karena itu, kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan dalam penyusunan makalah ini, semoga Allah Swt senantiasa meridhoi segala usaha kita. Amin.

  Bogor,   3   September 2015


Penulis



Daftar Isi

 ISI SENDIRI WKWKWK


 

BAB 1  PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Allah SWT. menggariskan secara tegas tentang arah pengembangan ilmu pengetahuan dalam islam. Sehingga kaum muslimin dalam kegiatan dan mengajar tidak boleh sama sekali keluar dari garis ini. Yaitu:
1.      Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah ditunjukkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Bukan untuk mendapatkan pujian dari orang lain, bukan pula untuk tujuan-tujuan rendah seperti sekedar untuk mencari uang, popularitas, jabatan, dan sebagainya.
 وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلۡتُمُوهُۚ وَإِن تَعُدُّواْ نِعۡمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحۡصُوهَآۗ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَظَلُومٞ كَفَّارٞ ٣٤
Dan Dia telah memberikan kepadamu (keperluanmu) dan segala apa yang kamu mohonkan kepadanya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah) (Q.S. 14: 34).
2.      Bahwa ilmu pengetahuan yang dipelajari tersebut haruslah tidak menimbulkan kerusakan, baik pada diri sendiri maupun orang lain dan alam semesta ini.
وَلَا تُفۡسِدُواْ فِي ٱلۡأَرۡضِ بَعۡدَ إِصۡلَٰحِهَا وَٱدۡعُوهُ خَوۡفٗا وَطَمَعًاۚ إِنَّ رَحۡمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٞ مِّنَ ٱلۡمُحۡسِنِينَ ٥٦
Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik (Q.S.7:56).
Namun seiring perkembangan zaman, ilmu-ilmu yang penting dalam kehidupan kita, sering disalahgunakan, seperti contoh: munculnya aliran sesat dan munculnya orang-orang yang mengaku nabi. Atas pemaparan tersebut dibuatlah makalah ini dengan maksud agar kita mengetahui pentingnya ilmu pengetahuan serta kita paham ilmu yang wajib dipelajari dan tidak boleh dipelajari seorang muslim.

1.2. Rumusan Masalah

Masalah yang dibahas dalam penulisan makalah ini adalah :
1.      Apakah pengertian Ilmu menurut Islam?
2.      Bagaimana pembagian ilmu yang wajib dipelajari seorang muslim?
3.      Apa saja ilmu yang tidak boleh dipelajari seorang muslim?

1.3. Tujuan

Adapan Tujuan penyusunan makalah ini agar kita dapat memahami pentingnya ilmu pengetahuan menurut islam dalam kehidupan sehari-hari, serta kita paham dengan ilmu yang wajib untuk dipelajari dan tidak boleh dipelajari seorang muslim.

BAB II  ISI DAN PEMBAHASAN

2.1.   Definisi Ilmu Pengetahuan Menurut Islam

Kata ilmu berasal dari bahasa Arab ilm (‘alima-ya’lamu-ilm), yang berarti pengetahuan (al-ma’rifah), kemudian berkembang menjadi pengetahuan tentang hakikat sesuatu yang dipahami secara mendalam. Dari asal kata ‘ilm ini selanjutnya di-Indonesia-kan menjadi ‘ilmu’ atau ‘ilmu pengetahuan.’ Dalam perspektif Islam, ilmu merupakan pengetahuan mendalam hasil usaha yang sungguh-sungguh (ijtihād) dari para ilmuwan muslim (‘ulamā/mujtahīd) atas persoalan-persoalan duniawī dan ukhrāwī dengan bersumber kepada wahyu Allah.
Al-Qur’an dan Sunnah Rosul merupakan sumber utama ilmu pengetahuan. Kita diperintahkan untuk mempelajari, memahami, dan menghayati keduanya dengan sebaik-baiknya untuk kemudian diamalkan didalam kehidupoan sehari-hari. Perhatikan (QS 59:7).

.................Dan apa-apa yang datang dari Rosul (Muhammad) maka ambillah (Kerjakanlah) dan apa yang kamu dilarang olehnya, maka tinggalkanlah.................

Selanjutnya sumber ilmu yang kedua adalah Alam Semesta. Betapa banyak Al-Qur’an yang menyuruh kita mempelajari dan memikirkan alam ciptaan-Nya. Perhatikan ayat berikut:
أَفَلَا يَنظُرُونَ إِلَى ٱلۡإِبِلِ كَيۡفَ خُلِقَتۡ ١٧  وَإِلَى ٱلسَّمَآءِ كَيۡفَ رُفِعَتۡ ١٨ وَإِلَى ٱلۡجِبَالِ كَيۡفَ نُصِبَتۡ ١٩  وَإِلَى ٱلۡأَرۡضِ كَيۡفَ سُطِحَتۡ ٢٠
17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan,19. Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan,20. Dan bumi bagaimana ia dihamparkan (Q.S 88:17, 18, 19 dan 20).
 Al-Qur’an menunjuk empat hal yang harus diteliti dan dipelajar dari alam semesta ini. Pertama : Bahan (materi) yang menjadi bahan penciptaan (Q.S 24:45).
وَٱللَّهُ خَلَقَ كُلَّ دَآبَّةٖ مِّن مَّآءٖۖ فَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰ بَطۡنِهِۦ وَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰ رِجۡلَيۡنِ وَمِنۡهُم مَّن يَمۡشِي عَلَىٰٓ أَرۡبَعٖۚ يَخۡلُقُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَيۡءٖ قَدِيرٞ ٤٥
45. Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu(Q.S 24:45).
Kedua : proses penciptaan alam semesta (QS 21:40) dan proses penciptaan manusia (QS 23:12, 13 dan 14).
بَلۡ تَأۡتِيهِم بَغۡتَةٗ فَتَبۡهَتُهُمۡ فَلَا يَسۡتَطِيعُونَ رَدَّهَا وَلَا هُمۡ يُنظَرُونَ ٤٠
40. Sebenarnya (azab) itu akan datang kepada mereka dengan sekonyong-konyong lalu membuat mereka menjadi panik, maka mereka tidak sanggup menolaknya dan tidak (pula) mereka diberi tangguh (QS 21:40).
وَلَقَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَٰنَ مِن سُلَٰلَةٖ مِّن طِينٖ ١٢  ثُمَّ جَعَلۡنَٰهُ نُطۡفَةٗ فِي قَرَارٖ مَّكِينٖ ١٣ ثُمَّ خَلَقۡنَا ٱلنُّطۡفَةَ عَلَقَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡعَلَقَةَ مُضۡغَةٗ فَخَلَقۡنَا ٱلۡمُضۡغَةَ عِظَٰمٗا فَكَسَوۡنَا ٱلۡعِظَٰمَ لَحۡمٗا ثُمَّ أَنشَأۡنَٰهُ خَلۡقًا ءَاخَرَۚ فَتَبَارَكَ ٱللَّهُ أَحۡسَنُ ٱلۡخَٰلِقِينَ ١٤
12. Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah
13. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim)
14. Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha sucilah Allah, Pencipta Yang Paling Baik (QS 23:12, 13 dan 14).
Ketiga : proses perubahan alam (QS 39:21).
أَلَمۡ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَسَلَكَهُۥ يَنَٰبِيعَ فِي ٱلۡأَرۡضِ ثُمَّ يُخۡرِجُ بِهِۦ زَرۡعٗا مُّخۡتَلِفًا أَلۡوَٰنُهُۥ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَىٰهُ مُصۡفَرّٗا ثُمَّ يَجۡعَلُهُۥ حُطَٰمًاۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَذِكۡرَىٰ لِأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ ٢١
21. Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal (QS 39:21).
Keempat : hubungan manusia dengan alam (QS 45:13)
وَسَخَّرَ لَكُم مَّا فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِي ٱلۡأَرۡضِ جَمِيعٗا مِّنۡهُۚ إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَأٓيَٰتٖ لِّقَوۡمٖ يَتَفَكَّرُونَ ١٣
13. Dan Dia telah menundukkan untukmu apa yang di langit dan apa yang di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berfikir (QS 45:13).
Kemudian sumber ilmu yang ketiga adalah Diri Manusia (anfus). Banyak ayat Al-Qur’an dan hadist Nabi yang berkaitan dengan suruhan untuk memperhatikan (mempelajari) diri manusia, baik secara biologis maupun psikologis (yang berkaitan dengan tingkah laku sehari-hari). Yang berkaitan dengan biologi manusia misalnya : QS 32: 7,  dan 9,
ٱلَّذِيٓ أَحۡسَنَ كُلَّ شَيۡءٍ خَلَقَهُۥۖ وَبَدَأَ خَلۡقَ ٱلۡإِنسَٰنِ مِن طِينٖ ٧
7.Yang membuat segala sesuatu yang Dia ciptakan sebaik-baiknya dan Yang memulai penciptaan manusia dari tanah (Q.S 32: 7).
ثُمَّ سَوَّىٰهُ وَنَفَخَ فِيهِ مِن رُّوحِهِۦۖ وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمۡعَ وَٱلۡأَبۡصَٰرَ وَٱلۡأَفۡ‍ِٔدَةَۚ قَلِيلٗا مَّا تَشۡكُرُونَ ٩
9. Kemudian Dia menyempurnakan dan meniupkan ke dalamnya roh (ciptaan)-Nya dan Dia menjadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan hati; (tetapi) kamu sedikit sekali bersyukur (Q.S 32: 7).
Yang berkaitan dengan tingkah laku manusia misalnya : QS. 7:96,
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ ٩٦
96. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya (Q.S. 7:96).
 banyak pula ayat yang menuliskan tentang watak manusia sebagai individu seperti ketamakan (QS 4:37).
ٱلَّذِينَ يَبۡخَلُونَ وَيَأۡمُرُونَ ٱلنَّاسَ بِٱلۡبُخۡلِ وَيَكۡتُمُونَ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ مِن فَضۡلِهِۦۗ وَأَعۡتَدۡنَا لِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٗا مُّهِينٗا ٣٧
37. (yaitu) orang-orang yang kikir, dan menyuruh orang lain berbuat kikir, dan menyembunyikan karunia Allah yang telah diberikan-Nya kepada mereka. Dan Kami telah menyediakan untuk orang-orang kafir siksa yang menghinakan (QS 4:37).
Tergesa-gesa (QS 17:11).
وَيَدۡعُ ٱلۡإِنسَٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلۡخَيۡرِۖ وَكَانَ ٱلۡإِنسَٰنُ عَجُولٗا ١١
11. Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa (QS 17:11).
Berkeluh kesah (QS 70:19, 20, 21) dan lain sebagainya.
 ۞إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ خُلِقَ هَلُوعًا ١٩ إِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ جَزُوعٗا ٢٠  وَإِذَا مَسَّهُ ٱلۡخَيۡرُ مَنُوعًا ٢١
19. Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir 20. Apabila ia ditimpa kesusahan ia berkeluh kesah 21. dan apabila ia mendapat kebaikan ia amat kikir (QS 70:19, 20, 21).
Dan sumber ilmu yang terakhir adalah tarikh umat manusia. Perhatikan firman Allah (QS 12:111).
لَقَدۡ كَانَ فِي قَصَصِهِمۡ عِبۡرَةٞ لِّأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِۗ مَا كَانَ حَدِيثٗا يُفۡتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصۡدِيقَ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَتَفۡصِيلَ كُلِّ شَيۡءٖ وَهُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ١١١
111. Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Quran itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman (QS 12:111).

2.2.   Ilmu Yang Wajib Dipelajari Seorang Muslim

Islam membagi ilmu yang wajib dipelajari ke dalam dua kelompok, yaitu:
          Fardhu’ain, yaitu ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim tanpa kecuali, diantaranya: akidah,ibadah,tazkiyyah-nafs, akhlak,dll. Jika seseorangh muslim tidak mengetahui dan mempelajari, maka ia berdosa. Mengapa? Hal ini dikarenakan ilmu ini harus dimiliki oleh setiap orang agar kehidupan pribadinya selamat di dunia dan di akhirat, dan agar kehidupan berrmasyarakat pun menjadi terjaga dan berjalan dengan baik. Pada masa kini, ilmu jenis ini dilalaikan oleh sebagian besar kaum Muslimin. Akibatnya, terjadi kekacauan baik dalam kehidupan individual maupun dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Terjadinya tawuran pelajar, meningkatnya kriminalitas, penyalahgunaan narkoba, dan lain-lain menunjukkan hal ini.
            Fardu Kifayah, yaitu ilmu yang diwajibkan untuk dipelajari oleh sebagian kaum Muslimin sehingga terpenuhinya kecukupan atau kebutuhan akan ilmu tersebut. Jika kecukupan itu tidak tercapai, maka kaum muslimin menjadi berdosa semuanya. Contohnya adalah ilmu-ilmu alam,social, hadist, tafsir, bahasa Arab, dan lain-lain.
Rosululloh SAW mendorong dengan sungguh-sungguh persoalan mencari ilmu sampai menjadi suatu kewajiban terus meneru sepanjang hayat dikandung badan. Dinyatakan pula dalam sabdanya yang cukup populer bahwasanya mencari ilmu itu wajib bagi kaum muslimin
            Mencari Ilmu itu diwajibkan bagi setiap muslim dan jika seseorangan menuntut ilmu, maka akan meintakan ampun baginya setiap sesuatu samapai-sampai ikan-ikan yang ada di dalam lautan. (HR.Ibnu Abdilbarri).
Dari Hadist di atas , Dr. Yusuf Qordlowi (1989) didalam bukunya ‘Ar-Rasul wal-ilm’ menyatakan bahwa dalam bidang ‘Ilmu Syara’ yang hukumnya fardhu’ain (wajib bagi setiap muslim) seseoarang harus mempelajari minimal empat hal:
1)      Ilmu yang berkaitan dengan Aqidah yakiniyyah, aqidah yang benar kepada Allah SWT, selamat dari syirik dan khufarat.
2)      Ilmu yang membuat ibadah seseoatang kepada Tuhan berjalan dengan benar, sesuai dengan ketentuan yang disyariatkan.
3)      Ilmu yang dengannya jiwa diberanikan hati disucikan segala fadhillah (sifat-sifat yang utama) dikenal untuk kemudian dilaksanakan dan dikenal pula segala roszillah (sifa-sifat yang buruk) atau yang membinasakan untuk kemudian di tinggalkannya.
4)      Ilmu yang berkaitan dengan sikap dan prilaku baik dalam hubungan dengan dirinya,keluarganya, lingkungannya,masyarakatnya, maupun alam lainnya. Ia mengetahui apa yang harus dilakukan dan apa pula yang harus ditinggalkan. 
Keempat jenis ilmu tersebut wajib secara aini untuk dipelajari oleh setiap  muslim, dimanapun dan dalam posisi apapun. Sebab jika salah satunya rusak, maka rusak pulahlah kehidupannya.
Adapun yang termasuk ilmu fardhu kifayah adalah segala macam yang dibutuhkan dalam rangka membangun pribadi maupun umat islam yang kuat dan tangguh, sehingga menjadi pribadi wasathon (ummat yang adil dan pilihan), khoiro ummah (sebaik-baik ummat) dan al-a’laun (yang paling tinggi). Allah berfirman:

2.3.   Ilmu Yang Tidak Boleh Dipelajari Seorang Muslim

Perlu diketahui, banyak sekali ilmu pengetahuan yang diciptakan manusia yang diharamkan secara mutlak kepada kaum muslimin, karena bahaya yang ditimbulkannya dan tidak ada manfaatnya bagi kebahagiaan hidup manusia baik di dunia maupun di akhirat kelak. Di antara ilmu-ilmu yang diharamkan :

2.3.1.      As-Sihr (ilmu sihir).

Menurut istilah kata as-sihr secara mutlak menunjukkan segala sesuatu yang dilakukan secara halus dan lembut, dan sebab-sebab yang menimbulkannya sangat tersembunyi. Dalam menaklukkan dan mengendalikan jiwa ini, maka cara dan sebab-sebab yang digunakan sangat berbeda sesuai dengan perbedaan suku, bangsa, zaman dan eranya. Semuanya itu dilakukan melalui ketaatan dan ketundukkan kepada syaithan dengan melakukan kerusakan dan kejahatan yang dibisikkannya (syaithan). Firman Allah I:
وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَالَهُ فيِ اْلأَخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَاشَرَوْا بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ
Demi, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya sendiri dengan sihir, kalau mereka mengetahui. (QS. 2:102)
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim disebutkan bahwa sihir termasuk salah satu dosa besar yang membawa kepada kehancuran.

2.3.2.      Ath-Thilasmat (Ilmu Mantera)

Ath-Thilasmat kata jama’ dari kata thilasm. Kata ini diambil dari ucapan orang-orang yang mengatakan   lailah thilasmah yang artinya malam yang sangat gelap. Selain itu thilasm juga berarti mantera dan jimat. Menurut istilah: ilmu yang digunakan untuk mengetahui bagaimana memadukan kekuatan yang tinggi yang dapat mempengaruhi dengan kekuatan yang rendah yang dapat dipengaruhi, sehingga terjadi suatu perbuatan yang aneh di alam dunia ini, melalui tulisan dan wafak yang sangat dikenal dikalangan orang-orang yang concert (memiliki perhatian khusus) terhadap ilmu semacam ini. Objek ilmu matera (jimat) ini adalah essense bintang-bintang, rahasia bilangan, karasteristik setiap benda, dan perjalanan bintang-bintang yang memiliki pengaruh terhadap benda-benda bumi. Dilihat dari segi kegunaannya dan hukumnya, maka ilmu ini sama sekali tidak memberi manfaat dan hukumnya sama dengan ilmu sihir, sehingga diharamkan untuk mempelajari dan menggunakannya.

2.3.3.      Ar-Raml (IlmuRamal).

Dari segi bahasa kata ar-raml berarti bagian dari bumi yang berbeda dengan tanah dari segi macamnya (pasir) Sedangkan menurut istilah berarti ilmu yang mempelajari cara-cara membuat gambar atau lukisan di atas pasir atau tanah yang lembek (lumpur), lalu menghapusnya dengan cara menghapus sebagian tulisan dan membiarkan sebagian tulisan yang lainnya dengan meletakkan benda dan menggunakan kode (mantera). Imam Muslim dalam shahih-nya meriwayatkan dari salah seorang istri Nabi e, beliau bersabda:
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ فَصَدَّقَهُ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِيْنَ يَوْمًا
Barangsiapa mendatangi tukang ramal lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu perkara dan dia mempercayainya, maka shalatnya tidak diterima selama empat puluh hari.”
Ilmu ini digunakan untuk mengetahui apa yang akan terjadi pada masa yang akan datang. Ilmu ini termasuk ilmu perdukunan dan ilmu nujum (astrologi). Ilmu dukun ini lebih dikenal dengan melalakukan pengobatan alternatif menggunakan jin sebagai partner. Hal ini jelas mereka orang – orang yang menyandarkan harapan,keselamat dan kebahagian hidupnya selain kepada Allah.
Kemudian  ilmu astrologi disini yang dimaksud pada hakikatnya ialah sebagai igauan yang membingungkan dan pemikiran sesat yang lahir dari orang-orang yang tidak mendapat petunjuk Allah . Hukum mempelajari dan mengamalkan atau mempraktekkan ilmu nujum ini dikatagorikan sebagai perbuatan kufur, karena menisbahkan kejadian dan peristiwa alam seperti mati dan hidup, kemudharatan dan kemanfaatan dan lainnya kepada selain Allah
مَنْ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ النُّجُوْمِ فَقَدْ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ, زَادَ مَا زَادَ
 (رواه أبو داود وإسناده صحيح )
Barangsiapa mempelajari sebagian dari ilmu nujum, sesungguhnya ia telah mempelajari sebagian dari ilmu sihir. Semakin bertambah (ilmu yang dia pelajari) semakin bertambah pula (dosanya).” (HR: Abu Daud dan isnadnya shahih)

2.3.4.      Al Jafr (Ilmu Kode /Rumus).

Kata Al Jafr berarti anak kambing atau unta yang masih kecil. Menurut istilah berarti sebuah ilmu untuk mengetahui rumus atau kode yang berdasarkan kepada huruf-huruf rahasia, dimana pelakunya menyangka bahwa dalam kode atau rumus itu terdapat petunjuk yang menunjukkan beberapa peristiwa yang akan terjadi sampai hari kiamat. Berbeda dengan empat macam ilmu di atas yang tidak diketahui penemunya atau yang pertama kali membuatnya, ilmu ini diciptakan oleh Harun bin Said Al Lajali yang mengaku dirinya sebagai seorang tokoh aliran Syi’ah Zaidiyah. Hal ini didasarkan pada sebuah buku yang ditulisnya yang periwayatannya diklaim oleh dia berasal dari Ja’far Ash Shadiq, salah seorang imam dari kalangan ahlu Al Bait (keluarga Rasulullah e), dimana didalam buku itu dibahas suatu ilmu yang dapat mempredeksi kejadian yang akan menimpa ahlu al bait. Dilihat dari segi manfaatnya, sebenarnya ilmu Al Jafr ini tidak memberikan manfaat apa-apa terhadap kaum muslimin. Bahkan ilmu ini merupakan sampah dan racun yang disebarkan oleh para pemikir dan tokoh zindik. Wallahu A’lam.






BAB III PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Ø  Kata ilmu berasal dari bahasa Arab ‘ilm (‘alima-ya’lamu-ilm), yang berarti pengetahuan (al-ma’rifah).
Ø  Sumber dari ilmu pengetahuan ada 4, yaitu :
1.      Al-Qur’an dan Sunnah Rosul
2.      Alam Semesta..(al-kaun)
3.      Diri Manusia (anfus).
4.      Tarikh ummat manusia
Ø  Agama Islam membagi ilmu yang wajib dipelajari ke dalam dua kelompok, yaitu:
1.      Fardhu’ain
2.      Fardhu Kifayah
Ø  Ilmu yang diharamkan agama islam untuk dipelajari antaralain:
1.      As-Sihr (ilmu sihir).
2.      Ath-Thilasmat (Ilmu Mantera)
3.      Ar-Raml (IlmuRamal).
4.      At-Tanjim (Astrologi)
5.      Al Jafr (Ilmu Kode /Rumus).http://linkshrink.net/7A0X6b

Jika berkenan, mohon bantuannya untuk memberi vote Google + untuk halaman ini dengan cara mengklik tombol G+ di samping. Jika akun Google anda sedang login, hanya dengan sekali klik voting sudah selesai. Terima kasih atas bantuannya.
Judul: MAKALAH ILMU YANG WAJIB DIPELAJARI DAN TIDAK BOLEH DIPELAJARI ; Ditulis oleh wilanda rinaldi; Rating Blog: 5 dari 5

1 comment:

  1. ijin kutip dari makalah ini ya untuk keperluan tugas, terima kasih.

    ReplyDelete